Berapakah Jumlah Leukosit Normal Pada Manusia Sehat ?

Berapakah Jumlah Leukosit Normal Pada Manusia Sehat ?

 

Pernahkah Anda mendengar penyakit leukemia ?, leukemia merupakan kanker yang menyerang sel darah dan sumsum tulang belakang, atau dikenal dengan kanker darah. Kondisi tersebut menyebabkan sumsum tulang belakang memroduksi sel darah putih/leukosit secara berlebihan. Hal ini menyebabkan penumpukan di dalam sumsum tulang serta mengurangi jumlah sel darah yang sehat. Pasti kalian bertanya lantas berapakah jumlah leukosit normal ?, mari kita simak penjelasannya.

Hasil Pemeriksaan Laboratorium

Gambar by atemalem.com

 

Apa itu Leukosit ?

Leukosit dikenal juga dengan nama sel darah putih, merupakan bagian dari sistem imun tubuh yang bertugas membantu melindungi tubuh melawan dan membasmi organisme berbahaya yang hendak masuk ke dalam tubuh termasuk infeksi.

Sel darah putih tersusun dari beberapa macam sel dengan fungsi dan tugas masing-masing. Berikut ini sel yang membentuk leukosit dalam tubuh.

 

  • Monosit, bertugas untuk menghancurkan bakteri atau parasit yang masuk ke dalam tubuh seseorang.
  • Limfosit, memiliki fungsi penting bagi tubuh karena membangun antibodi guna membentengi diri dari serangan bakteri atau parasit yang berbahaya.
  • Neutrofil, merupakan salah satu sel pembentuk leukosit yang melawan bakteri dan jamur.
  • Basofil, berfungsi sebagai “peringatan’ jika mendeteksi adanya infeksi di dalam aliran darah, terutama yang bersifat alergen dan mengganggu fungsi tubuh.
  • Eosinofil, yaitu sebuah sistem imun dalam leukosit yang bereaksi setelah limfosit mengirim sinyal adanya bahaya jika tubuh kedatangan parasit berbahaya.

Bentuk Leukosit

Gambar by go-dok.com

 

Berapakah Jumlah Leukosit Normal ?

Pada orang normal, kadar leukosit atau sel darah putih berkisar antara 4.000 – 11.000 /mm3 (mikroliter darah) bagi orang dewasa dan  9.000-30.000/mm3 (mikroliter darah) bagi bayi baru lahir. Semakin bertambah umur maka akan ada penurunan jumlah leukosit. Dari acuan kategori tersebut, jumlah leukosit bisa naik atau turun karena berbagai hal misalnya infeksi.

 

Kelainan Leukosit

Leukosit rendah, kelainan yang menyebabkan sel darah putih rendah biasa disebut leukopenia. Pada umumnya, seseorang yang mengidap leukopenia memiliki sel darah putih kurang dari 2.500/mm3. Terdapat beberpa faktor penyebab terkena leukopenia, misalnya penyakit HIV/AIDS, Lupus, dan radang sendi yang menyerang sistem autoimun Anda. Bagi Anda yang sedang menjalani terapi radiasi seperti kemoterapi dan penggunaan penisilin sebagai antibiotik, bisa menyebabkan leukopenia.

Gejala yang kerap dikeluhkan oleh orang dengan leukosit rendah ialah demam, menggigil, sakit kepala, dan badan pegal-pegal. Gejala-gejala tersebut bukanlah gejala spesifik, artinya dapat dialami juga pada kondisi lain. Selain itu diare yang terus menerus atau disertai dengan darah, mual dan muntah yang parah, sulit makan dan minum, sangat lemas, muncul ruam pada kulit, nyeri perut, batuk yang tidak kunjung sembuh, sesak napas dan rasa terbakar saat buang air kecil, juga merupakan gejala dari leukosit rendah. Guna memastikan diagnosa, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan darah, terutama pemeriksaan jumlah leukosit dan hitung jenis leukosit.

Leukosit tinggi, kelainan seperti ini disebut juga dengan leukositosis. Jika seseorang yang memiliki jumlah sel darah putih lebih dari 12.000 sel tiap mikroliter darah, kemungkinan menjadi indikasi orang tersebut terkena leukositosis.

Beberapa hal yang bisa memicu leukositosis, diantaranya terjadi infeksi yang menyebabkan kelainan fungsi sumsum tulang belakang dan sistem imun. Seperti dijelaskan di atas tadi, sel darah putih diproduksi dari sumsum tulang belakang. Misalnya, penyakit kanker darah dapat memicu jumlah leukosit sampai 30.000 per mikroliter atau lebih, sehingga mengakibatkan leukosit memakan sel darah merah maupun lainnya yang seharusnya bersinergi dengan tugas masing-masing sel darah. Selain itu, bila Anda memiliki terhadap alergi tertentu, sistem imun pada leukosit akan merespon alergen tersebut. Beberapa proses pengobatan seperti kortikosteroid (obat yang mengandung hormon steroid yang berguna untuk menambah hormon steroid dalam tubuh), merokok, stres dan olahraga berlebihan, atau juga wanita hamil bisa menjadi penyebab leukosit Anda tinggi.

Gejala dari leukosid tinggi, bias berupa demam, pendarahan, memar, masuk angin, lemah/lelah, kesemutan, sulit bernafas, berat badan turun atau tidak nafsu makan. Namun hal tersebut bukan merupakan gejala spesifik, sehingga perlu konsultasi dokter dengan pemeriksaan darah yang mendalam.

 

Lantas bagaimana untuk menjaga jumlah leukosit normal ?. Anda harus mencari tahu dulu apa yang penyebab dari peningkatan leukosit atau penurunan leukosit agar mendapat pengobatan yang sesuai dengan penyebabnya. Jika tingginya leukosit dikarenakan oleh infeksi, maka salah satu cara penangananya adalah dengan memberikan antibiotik guna menurunkan kadar sel darah putih. Selain itu jika disebabkan karena peradangan, maka peradangan perlu diobati. Jika leukosit tinggi terjadi karena keganasan darah, diperlukan kemoterapi agar kondisi penyakit dapat terkendali.

Bila leukosit rendah bukan karena faktor penyakit khusus dengan penanganan khsusus seperti HIV/AIDS atau penyakit lainnya, maka dapat dilakukan dengan berolahraga, mengkonsumsi bayam, blueberry, bawang putih, menambah asupan zinc dan asam lemak omega 3, serta melakukan yoga.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *