BTA Adalah Bakteri yang Tahan Asam dan Sebagai Penyebab TBC

BTA Adalah Bakteri yang Tahan Asam dan Sebagai Penyebab TBC –Penyakit Tuberkulosis merupakan penyakit menular akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB). TB paling sering menjangkiti paru-paru dan TB paru sering merupakan fokus primer infeksi MTB.

TB adalah penyakit infeksi yang dapat diobati dan dicegah. Penularan TB bisa terjadi antar individu melalui udara terkontaminasi MTB dari penderita TB paru saat penderita bersin atau batuk serta kontaminasi ludah atau dahak penderita.

Tuberkulosis adalah salah satu dari 10 penyebab kematian di seluruh dunia. Menurut WHO tahun 2015, 10,4 juta orang terinfeksi TB dengan angka mortalitas sebanyak 1,8 juta pada umumnya terjadi pada negara berkembang dengan penghasilan rendah atau menengah. Untuk mengetahui apakah seseorang terpapar TB maka perlu diadakan pemeriksaan BTA.

Pewarnaan Basil Tahan Asam

Basil/bakteriTahan Asam atau disebut BTA adalah bakteri yang memiliki ciri-ciri yaitu berantai karbon (C) yang panjangnya 8-95 dan memiliki dinding sel yang tebal yang terdiri dari lapisan lilin serta lipid yang dapat mencapai 60% dari berat dinding sel. Kuman bakteri tahan asam (BTA), dikenal ada 41 spesies yang telah diakui oleh ICSB (International Committee on Systematic Bacteriology). Sebagaian besar sudah saprofit dan sebagaian kecil lainnya pathogen untuk manusia diantaranya Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium leparae dan lain-lainnya yang dapat menyebabkan infeksi kronik. Golongan sapropit dikenal juga dengan nama atipik.

Kenapa disebut Basil Tahan Asam, karena bakteri yang kandungan lemaknya sangat tebal sehingga tidak bisa diwarnai dengan reaksi pewarnaan biasa selain itu dapat mempertahankan zat warna pertama sewaktu dicuci dengan larutan pemucat, sehingga harus dengan menggunakan fenol serta dengan pemanasan.

Bakteri tahan asam dapat diamati menggunakan teknik pewarnaan Ziehl Neelson, Kinyoun Gabber, atau Fluorochrom. Pengambilan sputum (sekret pada paru-paru atau ludah) untuk analisis tuberculosis dapat dilakukan setiap waktu.

Terdapat 3 jenis sputum, antara lain :

  1. Sputum pagi : Sputum yang dikeluarkan oleh terperiksa pada saat bangun pagi;
  2. Spot sputum : Sputum yang dikeluarkan pada waktu itu juga saat pemeriksaan; dan
  3. Collection sputum: Sputum yang keluar dan ditampung selama 24 jam (sehari penuh).

Teknik pewarnaan untuk BTA yang populer, sederhana dan mempunyai sensitifitas serta spesifitas yang tinggi yaitu dengan Teknik pewarnaan Ziehl-Neelsen. Teknik pewarnaan Ziehl-Neelsen yaitu dengan menggunakan zat warna carbol fuchsin 0,3 %, asam alkohol 3 %, dan methylen blue 0,3%. Pada pemberian warna  pertama, menggunakan carbol fuchsin, BTA memiliki sifat mempertahankannya.

Carbol fuchsin merupakan fuksin bersifat basa yang dilarutkan dalam larutan fenol 5 %. Larutan ini memberikan warna merah pada sediaan dahak. Fenol dipergunakan sebagai pelarut guna membantu pemasukan zat warna ke dalam sel bakteri sewaktu proses pemanasan. Kegunaan pemanasan untuk melebarkan pori-pori lemak BTA sehingga carbol fuchsin dapat masuk saat BTA dicuci dengan larutan pemucat, yaitu asam alkohol, sehingga zat warna pertama tidak mudah dilunturkan. Kemudian bakteri dicuci dengan air mengalir guna menutup pori-pori sekaligus menghentikan pemucatan.

BTA akan tampak berwarna merah, sedangkan bakteri yang tidak tahan asam akan melarutkan carbol fuchsin, sehingga sel bakteri tidak berwarna. Setelah penambahan zat warna kedua dengan methylen blue, bakteri tidak tahan asam akan berwarna biru.

Pewarnaan bakteri menggunakan metode Ziehl Neelsen, dapat menggolongkan bakteri menjadi dua berdasarkan warna yang keluar, yaitu :

  1. Bakteri yang berwarna merah disebut bakteri tahan asam (acid fast); dan
  2. Bakteri yang berwarna biru disebut bakteri tidak tahan asam (non acid fast).

Sehingga dapat disimpulkan BTA adalah termasuk teknik pewarnaan bakteri khusus atau selektif, oleh karena teknik ini hanya ditujukan untuk golongan bakteri tertentu saja. Dasar dari proses pewarnaan ini yaitu adanya kemampuan genus Mycobacterium yang tetap mempertahankan zat warna utama (Carbol fuchsin) dan tidak luntur walaupun dicuci menggunakan alkohol dan asam (HCl). Sifat decolorization (tahan terhadap pelunturan) dengan asam yang mendasari keluarnya istilah Tahan Asam (Acid Fastness).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *