Jenis-Jenis Limbah

Jenis-Jenis Limbah

Jenis-Jenis Limbah

Sering kita melihat limbah-limbah yang berserakan yang mengganggu pandangan dan  menyebabkan polusi dalam kehidupan sehari-hari. Jenis-jenis limbah bisa digolongkan melalui karakteristik, sifat, senyawa dan sumbernya. Berikut penjelasannya.

 

Apa itu Limbah?

Dilansir dari sumbar Wikipedia.com, limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Limbah bisa bersifat bahaya maupun tidak. Limbah bahaya merupakan limbah yang merugikan manusia seperti air kakus, sampah plastic yang sulit diuraikan. Sedangkan limbah baik adalah limbah yang bisa diolah kembali menjadi barang yang berkualitas seperti tas, merchandise dll. Limbah sendiri kehadirannya ditolak lingkungan sebab tidak memliki nilai ekonomis dan merugikan kesehatan manusia, karena bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah menjadi prespektif utama pada manusia ketika melihat limbah.

 

Apa saja macam-macam limbah?

Jenis-jenis limbah dapat digolongkan berdasarkan karakteristik, senyawa, sifatnya dan sumbernya. Berikut jenis limbah berdasarkan karakteristiknya digolongkan menjadi 4 macam, yaitu :

  1. Limbah cair

Limbah ini berbentuk cair atau dalam bentuk air. Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair (PP 82 thn 2001). Bisa dari hasil olahan industri pabrik, dan kegiatan manusia. Limbah ini menjadi salah satu limbah yang bahaya karna dari segi bentuknya sudah tidak dapat diperbarui kembali. limbah cair biasanya berbau pekat, strukturnya sangat tidak layak untuk diolah, oleh karena itu limbah cair dibuang dan dialurkan langsung kepada sungai atau laut agar terurai bersama air campuran lainnya.

  1. Limbah padat

Limbah padat juga berasal dari aktivitas manusia yang bersal dari  kegiatan maupun industri rumah tangga, kegiatan pabrik, dll. Jenis limbah padat antara lain kertas, kayu, plastik, karet, gelas/kaca, kulit telur, bungkus detergen, metal, dan masih banyak lagi. Limbah ini bisa diolah kembali menjadi barang berguna yang berkualitas seperti tas, bantal, barang antic, dan masih banyak lagi. Namun ada juga yang tidak dapat diolah kembali yang hanya bisa dibakar dengan bahan lainnya.

 

  1. Limbah gas dan partikel

Limbah gas atau polusi udara adalah tercemarnya udara yang dihasilkan oleh beberapa kegiatan pabrik maupun kegiatan industry rumah. Limbah ini mengandung kandungan partikel yang berbahaya seperti hidrokarbon, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, karbon monoksida, dan timah. Udara adalah media cepat dalam mencemari udara yang kita hirup sehari-hari. Udara ini berasal dari pabrik yang berupa asap atau gas bahkan bau yang ditimbulkan dari limbah cair. Gas yang dihasilkan oleh limbah ini antara lain SO2, NOx, CO, CO2, hidrokarbon dan lain-lain.

 

  1. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Limbah ini tergolong limbah yang berbahaya dan patut dihindari. Karena dari strukturnya yang membahayakan baik secara langsung maupun tidak langsung atau merusak lingkungan hidup dan membahayakan kesehatan manusia. Salah satu sifat dari limbah B3 adalah mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, dan bersifat korosif.  Yang termasuk limbah B3 adalah sisa kemasan berbahan plastic, oli bekas kapal/ferry, sisa-sisa proses pabrik, dll. Seperti halnya lumpur Porong yang berasa di Sidoarjo, Jawa Timur yang menyisakan duka terhadap warga sekelilingnya karena menelan habis rumah mereka sampai tinggi dan seperti menjadi kolam lumpur.

 

Jenis limbah berdasarkan senyawa juga dapat digolongkan menjadi dua. Ada limbah organik dan anorganik. Limbah organik mengandung senyawa organik atau yang berasal dari aktifitas mahluk hidup seperti hewan dan tumbuhan. Limbah ini cenderung lebih mudah ditangani karena dapat diurai menjadi senyawa organik melalui proses biologis  secara cepat. Contoh limbah organik misalnya tinja, kertas, limbah rumah jagal hewan, limbah pasar dari jenis dedaunan atau sayuran sisa, dan lain sebagainya. Sedangkan limbah anorganik adalah limbah yang lebih banyak mengandung senyawa anorganik dan lebih sulit ditangani. Misalkan bahan kaca, plastik, logam berat, besi tua, dan lain sebagainya.

Terakhir adalah jenis limbah berdasarkan sifatnya yang dibagi berdasarkan yang merusak dan mempengaruhi kenyamanan hidup manusia. Sedangkan jika berdasarkan sumbernya ada limbah pabrik dan industri rumah tangga.

Beberapa jenis limbah memang macam-macam, ada yang merusak da nada yang bisa di daur ulang kembali. Kita sebagai manusia yang cerdas tentu bisa mengolah beberapa limbah agar bisa diolah dan dipergunakan sebaik-baiknya. (pil)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *