Kelemahan – Kelemahan Pada Teori Atom Bohr

Kelemahan – Kelemahan Pada Teori Atom Bohr

 

Setelah sebelumnya berhasil menemukan spektrum emisi hidrogen dan juga efek fotolistrik, seorang Fisikawan yang berasal dari Denmark, yaitu Niels Bohr akhirnya mengusulkan sebuah model baru dari satuan atom yang kemudian diusulkan pada tahun 1915. Dirinya mengusulkan bahwa elektron tidak mampu memancarkan energi ketika pitan inti sedang dilakukan, namun keadaan keadaan tertentu dapat tercipta pada energi konstan yang biasa disebut sebagai keadaan stasioner.

Hal ini dapat diartikan bahwa ketika elektron lakukan orbit pada jarak yang tetap dari inti. Teori tersebut didasari dari spektrum emisi pada  hidrogen. Ini juga dapat disebut sebagai salah satu modal planet atom. Hal ini juga menjelaskan bagaimana cara bagian dalam dari atom hidrogen tersebut bekerja. Atas penelitian tersebut, Bohr mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 1922 di bidang fisika untuk karya yang telah ia buat. Dalam teori tersebut, dirinya juga menjelaskan bahwa elektron yang ada dapat berpindah melalui orbit yang berbeda dengan melakukan penambahan pada energi tersebut. Ketika energi energi telah dihilangkan, maka Allah pun akan kembali kepada keadaan semula atau keadaan dasar di mana Elektron akan melakukan pemancaran juga energi yang sesuai dengan kuantum cahaya ataupun foton. Inilah yang kemudian hari dikenal sebagai salah satu dasar pembentuk teori kuantum. Teori ini didasarkan kepada prinsip bahwa energi dan juga materi memiliki sifat sifat yang baik pada tiap gelombang dan juga partikelnya. Teori ini juga menyumbangkan beberapa fenomena fenomena fisik, termasuk paket diskrit materi dan energi, prinsip eksklusi, dan juga prinsip ketidakpastian.  

Model ini juga sering disebut dengan nama model planet, di mana elektron akan mengelilingi inti atom pada jalur jalur yang telah disesuaikan yang disebut sebagai orbit. Saat elektron berada di salah satu.orbit, maka energi nya tersebut akan menetap. Ketika elektron berada di dalam yang sangat dekat dengan inti, maka atom hidrogen tersebut dapat dikatakan berada pada titik energi yang terendah.   Salah satu orbit yang ada tidak boleh diduduki oleh elektron. Sementara dalam analogi sorry hari, teori ini di per misalkan sebagai anak tangga. Ketika Anda berada di anak tangga dan melakukan gerakan ke bawah ataupun ke atas, maka Anda hanya mampu untuk berdiri di salah satu anak tangga tertentu saja dan tidak bisa berada pada ruang ruang antara anak tanggal satu dengan yang lainnya. Jika ada bergerak naik, maka dapat meningkatkan energi potensial yang Anda miliki, sementara ketika Anda bergerak turun maka akan menurunkan tingkat energi Anda.

Teori ini ternyata juga memiliki beberapa kelemahan dan membuat teori tersebut gagal karena berbagai keterbatasan. Berikut adalah keterbatasan keterbatasan atau kelemahan dari teori atom milik Bohr berikut ini :

 

  1. Model atom tersebut didasarkan kepada spektrum atom yang hanya berlaku untuk benda makroskopik, bukannya benda mikroskopis.  
  2. Elektron melakukan putaran Meliling inti dengan jarak tetap menurut teori tersebut, namun terdapat teori lain yang mengatakan bahwa elektron ini dapat melakukan perputaran pada daerah sekitar inti dengan jarak berapapun.  
  3. Teori ini tidak memberikan penjelasan mengenai spektrum atom multi elektron yang sangat dibutuhkan.
  4. Teori ini tidak memberikan penjelasan pemisahan dari spektrum yang berubah menjadi garis garis halus yang berada pada pengaruh Medan magnet yang dikenal dengan efek Zeeman Dan juga berada pada pengaruh listrik yang dikenal dengan sebutan efek Stark. Ini juga merupakan kelemahan dari teori atom Bohr.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *